Kesehatan adalah harta terbesar

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak” – Mahatma Gandhi

Pikiran yang tenang baik untuk kesehatan

“Pikiran yang tenang membawa kekuatan batin dan rasa percaya diri, sehingga itu sangat penting untuk kesehatan yang baik.” – Dalai Lama XIV

Hubungan antara kesehatan dengan kebahagiaan

“Kesehatan dan keceriaan secara alami melahirkan satu sama lain.” – Joseph Addison

hidup sehat dengan makan sayur

sayur sangat bermanfaat untuk tubuh

Rajin berolahraga

“Untuk menikmati cahaya kesehatan yang baik, Anda harus berolahraga.” – Gene Tunney

Tuesday, March 8, 2016

SUPPOSITORIA

SUPPOSITORIA
ILHAM MAULANA, S.FARM, APT
Pengertian Suppositoria
·         FI EDISI IV
Sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan melalui rektal, vagina, atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut dalam suhu tubuh.

Jenis-jenis  Suppositoria

·         Urethral Suppositoria (BACILLA, BOUGIES)
Digunakan lewat urethra, bentuk batang panjang antara 7 cm-14 cm
·         Rektal Suppositoria
Sering disebut suppositoria saja
Bentuknya peluru/torpedo dan digunakan lewat rektal atau anus
Beratnya menurut FI IV ±2 gram
·         Vaginal Suppositoria (OVULA)
Bentuk lonjong seperti kerucut, digunakan lewat vagina, berat umumnya 5 gram
Menurut FI IV berbahan dasar dapat larut/bercampur dalam air seperti PEG atau gelatin
Tujuan Penggunaan Obat Suppositoria

  1. Suppositoria dipakai untuk pengobatan lokal, baik dalam rektum maupun vagina atau urethra. Contoh : haemorroid/wasir/ambeien
  2. Apabila penggunan obat peroral tidak memungkinkan, seperti pasien mudah muntah, tidak sadar
  3. Efek kerja obat lebih cepat karena obat diabsorpsi melalui mukosa rektal langsung masuk ke dalam sirkulasi darah
  4. Menghindari efek samping obat oleh enzim di dalam saluran pencernaan & perubahan obat di dalam hepar (hati)
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembuatan Suppositoria

  1. Faktor fisiologis
    Rektum mengandung sedikit cairan dengan pH 7,2 & keadaannya berlemak maka diutamakan terhadap obat yang mudah larut dalam lemak
  1. Faktor fisika-kimia
a.     Kelarutan obat
b.     Kadar obat dalam basis
c.     Ukuran partikel
d.     Basis (bahan dasar) suppositoria
Penggolongan Bahan Dasar Suppositoria

·         Bahan dasar berlemak
Contoh : Oleum cacao (lemak coklat)
·         Bahan dasar yg dapat larut dalam air
Contoh : gliserin-gelatin, polietilenglikol (PEG)
·         Bahan dasar lain
Campuran Tween 61 85% dengan gliserin laurat
Persyaratan Pemilihan Bahan Dasar Suppositoria

  1. Padat pada suhu kamar sehingga dapat dibentuk dengan tangan atau dicetak tapi dapat meleleh/melunak pada suhu tubuh
  2. Tidak beracun & tidak menimbulkan iritasi
  3. Dapat bercampur dengan bermacam-macam obat
  4. Stabil dalam penyimpanan, tidak terjadi perubahan warna, bau
  5. Kadar air cukup
  6. Memiliki bilangan asam, bilangan iodium & bilangan penyabunan
Metode Pembuatan Suppositoria

  1. Dengan tangan
a.     Hanya dengan bahan dasar oleum cacao yang dapat dikerjakan atau dibuat dengan tangan untuk skala kecil
b.     Bila bahan obatnya tidak tahan terhadap pemanasan
c.     Metode ini kurang cocok untuk iklim panas
  1. Dengan kompresi
    Metode ini menggunakan mesin otomatis dalam proses penuangan, pendinginan, dan pelepasan suppositoria. Kapasitas mesin bisa sampai 3500-6000 suppositorio/jam
Pemeriksaan Mutu Suppositoria


  1. Penetapan kadar zat aktifnya dan disesuaikan dengan yang tertera pada etiketnya
  2. Tes titik lebur, terutama jika digunakan bahan dasar oleum cacao
  3. Tes kerapuhan, untuk menghindari kerapuhan selama pengangkutan
  4. Tes waktu hancur, PEG 1000 15 menit, Oleum cacao dingin 3 menit
  5. Tes homogenitas

Pil (Pilulae)

Pil (Pilulae)
ILHAM MAULANA, S.FARM, APT

      Pengertian Pil (Pilulae)
·         FI EDISI III
suatu sediaan berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih bahan obat

       Jenis-jenis Pil (Pilulae)
·         Berdasarkan beratnya dibagi menjadi
          PIL  : bobot 50-300mg
          BOLI  : Pil yang bobotnya diatas 300mg
          Granula  :Pil yang bobotnya 20-60mg
          Parvule : Pil yang bobotnya dibawah 20mg
        Komposisi Pil
Zat
Fungsi
Zat aktif
Berupa bahan obat
Zat pengisi
Memperbesar volume pil. Contoh : akar manis, bolus alba
Zat pengikat
Membuat massa supaya saling melekat antara yang satu dengan lain. Contoh : gom, akasia, tragakan
Zat pembasah
Membasahi masa sebelum dibentuk. Contoh : air, gliserol
Zat penabur
Membuat sediaan yang sudah terbentuk tidak melekat satu sama lain. Contoh : talk
Zat penyalut
Melapisi pil dengan tujuan terntu. Contoh : perak, balsam

      Persyaratan Pil
1.     Bobot pil ideal antara 100, 150 mg, rata-rata 120 mg. (memenuhi syarat keseragaman bobot pil FI EDISI 3)
2.     Syarat yang diberikan pada semua pil yang dipaparkan dalam farmakope dan yang dapat dianggap berlaku untuk semua pil-pil, yakni pil-pil setelah dimasukkan ke dalam asam klorida 0,04N pada 37 derajat dan dikocok-kocok keras-keras sampai hancur. (memenuhi syarat waktu hancur yang tertera di FI EDISI 3)

3.     Pada waktu penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah, tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran pecernaan, dan pil salut enteric tidak hancur dalam lambung tetapi hancur dalam usus halus.





GALENIKA

GALENIKA
ILHAM MAULANA, S.FARM, APT
          PENDAHULUAN
Istilah galenika diambil dari nama seorang tabib Yunani yaitu Claudius Galenos (Galen) yang membuat sediaan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan & hewan
          PENGERTIAN
Ilmu galenika ialah ilmu yang mempelajari tentang pembuatan sediaan (preparat) obat dengan cara sederhana dan dibuat dari alam (tumbuhan & hewan)
          Pembuatan sediaan galenika:
1.     Zat-zat yang disari terdapat dalam sel dari bagian tumbuh-tumbuhan atau hewan yang umumnya dalam keadaan kering. Cairan penyari masuk kedalam sel-sel dari bahan-bahan dan zat yang tersari larut dalam cairan penyari, setelah itu larutan yang mengandung zat tersari dipisahkan dari simplisia yang disari.
2.     Dari simplisia tersebut obat-obat (bahan obat) yang terdapat didalamnya diambil dan diolah dalam bentuk sediaan/preparat

          Tujuan Pembuatan Sediaan Galenika
1.     Untuk memisahkan obat-obat yang terkandung dalam simplisia dari bagian lain yang dianggap tidak bermanfaat
2.      Membuat suatu sediaan yang sederhana dan mudah dipakai
3.     Agar obat yang terkandung dalam sediaan tersebut stabil dalam penyimpanan yang lama

          Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan galenika
1.     Derajat kehalusan
Derajat kehalusan ini harus disesuaikan dengan mudah atau tidaknya obat yang terkandung tersebut disari. Semakin sukar disari, simplisia harus dibuat semakin halus, dan sebaliknya.
2.     Konsentrasi/kepekatan
Beberapa obat yang terkandung atau aktif dalam sediaan tersebut harus jelas konsentrasinya agar kita tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan.
3.     Suhu dan lamanya waktu
Harus disesuaikan dengan sifat obat, mudah menguap atau tidak, mudah tersari atau tidak.
4.     Bahan penyari dan cara penyari
Cara ini harus disesuaikan dengan sifat kelarutan obat dan daya serap bahan penyari kedalam simplisia.



GALENIKA LANJUTAN

GALENIKA

Bentuk-bentuk Sediaan Galenika

·         Hasil Penarikan
o    Extracta, Tinctura, Decocta/Infusa
·         Hasil Penyulingan
o    Aqua aromatika, olea velatilia (minyak menguap), olea pinguia (minyak lemak)
·         Syrup


Pengertian  Penarikan (Extractio)


          Cara penarikan satu atau lebih zat dari bahan asal yang umumnya zat berkhasiat dengan menggunakan cairan penarik/pelarut.
Cairan penarik disebut menstrum, ampasnya disebut marc atau faeces
umumnya penarikan (extractio) dikerjakan untuk simplisia yang mengandung zat berkhasiat atau zat-zat lain untuk keperluan tertentu.


          zat berkhasiat tersebut antara lain :
ü  Alkaloida                      minyak atsiri
ü  Glukosida                     lemak
ü  Damar                          albumin
ü  Olea                             protein
ü  Resina                          pectin

Tujuan Penarikan (Extractio)
1.     Untuk mendapatkan zat-zat berkhasiat pengobatan sebanyak mungkin dari zat-zat yang tidak berguna (tidak diperlukan)
2.     Membuat suatu sediaan yang sederhana dan mudah dipakai
3.     Agar obat yang terkandung dalam sediaan tersebut stabil dalam penyimpanan yang lama


Suhu Penarikan (Extractio)
·         Maserasi    :  15-25°C
·         Digerasi      :   35-45°C
·         Infundasi   :   90-98°C 
·         Memasak    :   suhu mendidih



Cara Menghilangkan Isi Simplisia

1.     Dengan memakai bahan pelarut yang tepat. Untuk bahan berkhasiat akan mudah larut sedangkan zat yang tidak diperlukan sedikit atau tidak larut dalam cairan penarik
2.     Dengan menarik atau merendam pada suhu tertentu dimana bahan berkhasiat akan terlarut dalam jumlah banyak
3.     Dengan menggunakan jarak waktu menarik dimana  bahan berkhasiat dari simplisia lebih banyak larutnya sedangkan bahan tidak berguna sedikit atau tidak larut
4.     Dengan memurnikan atau membersihkan memakai cara-cara tertentu baik secara ilmu alam maupun kimia


Hal yang harus diperhatikan dalam penarikan simplisia

1.     Kelautan zat-zat dalam cairan penarik
2.     Tidak menyebabkan zat aktif berkhasiat rusak atau akibat yang tidak dikehendaki (perubahan warna, pengendapan, hidrolisa)
3.     Harga yang murah
4.     Jenis bentuk sediaan yang akan dibuat

Macam-macam Cairan Penarik

  1. Air
    memiliki keuntungan mudah & murah dengan pemakaian luas, pada suhu kamar adalah pelarut yang baik.kekurangan dari air adalah merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme dan dapat menyebabkan mengembangnya simplisia sedemikian rupa sehingga akan menyulitkan penarikan.
  1. Etanol 
    Etanol hanya dapat melarutkan zat-zat tertentu, dan dapat  berfungsi sebagai pengawet. Campuran air-etanol lebih baik daripada air sendiri.
  1. Gliserin (Glycerinum)
    terutama dipergunakan sebagai cairan penambah pada cairan penarik untuk penarikan simplisia yang mengandung zat lemak.
  1. Eter 
    sangat mudah menguap sehingga cairan ini kurang tepat untuk pembuatan sediaan yang akan disimpan lama.
  1. Hexane
    merupakan pelarut yang baik untuk lemak-lemak dan minyak-minyak. Biasanya digunakan untuk menghilangkan lemak dari simplisia yang mengandung lemak yang tidak diperlukan.
  1. Aceton 
    Tidak dipergunakan untuk sediaan galenik obat dalam (oral) tetapi pelarut yang baik untuk bermacam-macam lemak, minyak atsiri, damar.Baunya kurang enak dan sukar hilang
  1. Chloroform
    Tidak dipergunakan untuk sediaan obat dalam. Pelarut yang baik untuk minyak lemak, minyak atsiri


Cara-cara Penarikan

  1. Maserasi 
    adalah cara penarikan sari dari simplisia dengan cara merendam simplisia tersebut dalam cairan penarik pada suhu 15-25°C.
  1. Digerasi 
    cara penarikan simplisia dengan merendam simplisia dengan cairan penarik pada suhu 35-45°C.  Cara ini sudah jarang karena membutuhkan alat khususdan suhu khusus serta sering menyebabkan simplisia rusak.
  1. Perkolasi 
    yaitu suatu cara penarikan, memakai alat yang disebut perkolator, yang simplisianya terendam dalam cairan penarik dimana zat-zat terlarut dan larutan tersebut akan menetes secara beraturan keluar sampai memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
            Cara perkolasi :
  1. Perkolasi biasa
  2. Perkolasi bertingkat
  3. Perkolasi dengan tekanan
  4. Perkolasi persambungan

Hasil Penarikan
          Tingtur (tinctura)
          Ekstrak (Extracta)
          Infus (Infusa)