Kesehatan adalah harta terbesar

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak” – Mahatma Gandhi

Pikiran yang tenang baik untuk kesehatan

“Pikiran yang tenang membawa kekuatan batin dan rasa percaya diri, sehingga itu sangat penting untuk kesehatan yang baik.” – Dalai Lama XIV

Hubungan antara kesehatan dengan kebahagiaan

“Kesehatan dan keceriaan secara alami melahirkan satu sama lain.” – Joseph Addison

hidup sehat dengan makan sayur

sayur sangat bermanfaat untuk tubuh

Rajin berolahraga

“Untuk menikmati cahaya kesehatan yang baik, Anda harus berolahraga.” – Gene Tunney

Saturday, December 5, 2015

NETRALISASI, SATURATIO & POTIO EFFERVESCENT

NETRALISASI, SATURATIO & POTIO EFFERVESCENT

   
  Pengertian Netralisasi, Saturatio & Potio Effervescent 
NETRALISASI
Adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan suatu asam dengan basa
sehingga menjadi campuran netral (pH 7).Basa yang digunakan umumnya
berbentuk garam karbonat.Gas CO2 yang terbentuk pada proses pembuatan
dihilangkan seluruhnya
SATURATIO
Adalah obat minum yang diperoleh dengan mencampurkan suatu Jenis asam dan
garam karbonat dimana harus dijaga supaya cairan yang mengandung gas CO2
yang jenuh  
POTIO EFFERVESCENT
Adalah obat minum yang mengandung gas CO2 yang sangat  atau lewat jenuh
dibandingkan dengan saturasi


   PERSYARATAN NETRALISASI, SATURATIO&POTIO EFFERVESCENT
1. Tidak boleh mengandung bahan yang tidak larut didalamnya, karena akan mengendap
2. Tidak boleh dikocok karena akan meledak
3. Umumnya untuk menghilangkan kembung di perut

PEMBUATAN NETRALISASI
Seluruh bagian asam direaksikan denganbagian basanya, jika perlu reaksi dipercepat
dengan pemanasan

PEMBUATAN SATURATIO
Komponen basa dilarutkan dengan dua per tiga air yang tersedia. Misalnya NaHCO3 digerus kemudian masukkan kedalam botol
Komponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang tersedia
Dua per tiga bagian asam masuk kedalam botol yang sudah berisi bagian basanya, gas yang terjadi dibuang seluruhnya
Sisa bagian asam dituangkan hati-hati lewat tepi botol, segera tutup dengan sampagne
knop (tutup berdrat) sehingga gas yang terjadi tertahan didalam botol


PEMBUATAN POTIO EFFERVESCENT
Komponen basa dilarutkan dengan dua per tiga air yang tersedia. Misalnya NaHCO3 digerus kemudian masukkan kedalam botol
Komponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang tersedia
Seluruh bagian asam dimasukkan kedalam botol yang sudah berisi bagian basanya
dengan hati-hati, segera tutup dengan sampagne knop (tutup berdrat)

Hal Yang Harus Diperhatikan Sediaan Netralisasi, Saturatio & Potio Effervescent

1.Diberikan dalam botol yang tahan tekanan (kuat) dan tertutup kedap dengan tutup gabus atau karet yang rapat. Kemudian diikat dengan sampagne knop
2. Tidak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut, karena tidak boleh dikocok. Pengocokan menyebabkan botol pecah, karena berisi gas dalam jumlah besar yang menimbulkan





ELIKSIR (ELIXIRA)

ELIKSIR
(ELIXIRA)

     Pengertian Eliksir 
FI EDISI III
sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa & bau sedap, mengandung selain obat juga
zat tambahan seperti gula & atau zat pemanis lainnya, zat warna, zat pewangi & zat
pengawet digunakan sebagai obat dalam
FI EDISI IV
Sediaan berupa jernih, manis merupakan larutan hidroalkoholik terutama untuk
pemakaian oral, biasanya beraroma

       KOMPONEN ELIKSIR
ZAT AKTIF
Yaitu zat utama/zat berkhasiat dalam sediaan eliksir
PELARUT
Yaitu cairan yang dapat melarutkan zat aktif atau biasa disebut zat pembawa.
Pelarut utama digunakan etanol untuk mempertinggi kelaruta
PEMANIS
Yaitu ditambahkan untuk memberikan rasa manis pada eliksir. Dapat ditambahkan
gliserol, sorbitol & propilenglikol sebagai pengganti gula
ZAT PENSTABIL
Yaitu untuk menjaga agar eliksir dalam keadaan stabil
PENGAWET
Yaitu untuk menjaga agar eliksir tahan lama dan tetap stabil dalam penyimpanan yang
lama. Eliksir dengan kadar alkohol 10 - 12% dapat berfungsi sebagai pengawet

      CIRI KHAS ELIKSIR
Mengandung alkohol 5%-24%
Rasa manis, tidak semanis sirup
Warna sesuai aroma

        JENIS-JENIS ELIKSIR
MEDICATED ELIXIR
Yaitu mengandung bahan berkhasiat obat
Pemilihan cairan pembawa bagi zat aktif obat dalam sediaan eliksir harus
mempertimbangkan kelarutan dan kestabilannya dalam air dan alkohol
NON-MEDICATED ELIXIR
Yaitu sebagai zat tambahan
Ditambahkan pada sediaan dengan tujuan meningkatkan rasa, sebagai bahan pelarut
eliksir yang mengandung bahan aktif obat
Zat tambahan jangan sampai mempengaruhi/menghilangkan khasiat dari zat aktif
       PEMBUATAN ELIKSIR
  1.         •Larutan sederhana dengan pengadukan /pencampuran dua atau lebih bahan-bahan cair
  2.          •Untuk komponen yang larut dalam air, dilarutkan dalam air. Komponen yang larut dalam alkohol dilarutkan dalam alkohol
  3.         •Setelah tercampur cukupkan volume dengan pelarut atau pembawa yang telah ditentukan
 PERBEDAAN ELIKSIR & SIRUP

Ø  Sebagai pelarut utama digunakan etanol yang dimaksudkan untuk mempertinggi kelarutan obat.

Ø  Dibandingkan dengan sirup, eliksir kurang manis, kurang kental karena mengandung gula dengan kadar rendah, sehingga kurang efektif untuk menutup rasa yang tidak enak.

Ø  Karena berupa hidroalkoholik, maka lebih mudah untuk dibuat menjadi larutan bagi bahan-bahan yang larut dalam air maupun yang larut dalam alkohol sehingga dari sisi pembuatan menjadi lebih sederhana dibandingkan sirup.

Ø  Kadar alkohol bervariasi sekali tergantung dari keperluan untuk menjaga tetap dalam larutan. Konsekwensinya: untuk bahan yang kurang larut dalam air, jumlah alkohol yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Gliserin, propilen glikol dipakai sebagai ko-solven (pelarut).

Ø  Eliksir dengan 10 - 12% alkohol adalah self-preserving sehingga tidak perlu ditambahkan anti mikroba lagi.


    Kelebihan & kekurangan eliksir
Kelebihan
Lebih mudah ditelan daripada sediaan lain, sehingga banyak disukai anak-anak, bayi, maupun usia lanjut

Lebih mudah menutupi rasa & bau obat yang tidak enak dengan penambahan pemanis & pengaroma

Absorbsi obat lebih cepat karena telah berbentuk sediaan cair (tidak mengalami proses penghancuran/disintegrasi maupun pelarutan seperti pada tablet,kapsul, pil, dll)

Mengurangi resiko terjadinya iritasi lambung
Kekurangan
Larutan/air merupakan media ideal untuk pertumbuhan 
mikroorganisme sehingga diperlukan pengawet dalam pembuatan

Ketepatan dosis tergantung kemampuan pasien dalam menakar obat

Stabilitas rendah dibanding sediaan pil,tablet,kapsul terutama untuk zat aktif yang mudah terhidrolisis

Bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk dibawa atau diangkut dan disimpan, lebih berat