Saturday, December 5, 2015

ELIKSIR (ELIXIRA)

ELIKSIR
(ELIXIRA)

     Pengertian Eliksir 
FI EDISI III
sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa & bau sedap, mengandung selain obat juga
zat tambahan seperti gula & atau zat pemanis lainnya, zat warna, zat pewangi & zat
pengawet digunakan sebagai obat dalam
FI EDISI IV
Sediaan berupa jernih, manis merupakan larutan hidroalkoholik terutama untuk
pemakaian oral, biasanya beraroma

       KOMPONEN ELIKSIR
ZAT AKTIF
Yaitu zat utama/zat berkhasiat dalam sediaan eliksir
PELARUT
Yaitu cairan yang dapat melarutkan zat aktif atau biasa disebut zat pembawa.
Pelarut utama digunakan etanol untuk mempertinggi kelaruta
PEMANIS
Yaitu ditambahkan untuk memberikan rasa manis pada eliksir. Dapat ditambahkan
gliserol, sorbitol & propilenglikol sebagai pengganti gula
ZAT PENSTABIL
Yaitu untuk menjaga agar eliksir dalam keadaan stabil
PENGAWET
Yaitu untuk menjaga agar eliksir tahan lama dan tetap stabil dalam penyimpanan yang
lama. Eliksir dengan kadar alkohol 10 - 12% dapat berfungsi sebagai pengawet

      CIRI KHAS ELIKSIR
Mengandung alkohol 5%-24%
Rasa manis, tidak semanis sirup
Warna sesuai aroma

        JENIS-JENIS ELIKSIR
MEDICATED ELIXIR
Yaitu mengandung bahan berkhasiat obat
Pemilihan cairan pembawa bagi zat aktif obat dalam sediaan eliksir harus
mempertimbangkan kelarutan dan kestabilannya dalam air dan alkohol
NON-MEDICATED ELIXIR
Yaitu sebagai zat tambahan
Ditambahkan pada sediaan dengan tujuan meningkatkan rasa, sebagai bahan pelarut
eliksir yang mengandung bahan aktif obat
Zat tambahan jangan sampai mempengaruhi/menghilangkan khasiat dari zat aktif
       PEMBUATAN ELIKSIR
  1.         •Larutan sederhana dengan pengadukan /pencampuran dua atau lebih bahan-bahan cair
  2.          •Untuk komponen yang larut dalam air, dilarutkan dalam air. Komponen yang larut dalam alkohol dilarutkan dalam alkohol
  3.         •Setelah tercampur cukupkan volume dengan pelarut atau pembawa yang telah ditentukan
 PERBEDAAN ELIKSIR & SIRUP

Ø  Sebagai pelarut utama digunakan etanol yang dimaksudkan untuk mempertinggi kelarutan obat.

Ø  Dibandingkan dengan sirup, eliksir kurang manis, kurang kental karena mengandung gula dengan kadar rendah, sehingga kurang efektif untuk menutup rasa yang tidak enak.

Ø  Karena berupa hidroalkoholik, maka lebih mudah untuk dibuat menjadi larutan bagi bahan-bahan yang larut dalam air maupun yang larut dalam alkohol sehingga dari sisi pembuatan menjadi lebih sederhana dibandingkan sirup.

Ø  Kadar alkohol bervariasi sekali tergantung dari keperluan untuk menjaga tetap dalam larutan. Konsekwensinya: untuk bahan yang kurang larut dalam air, jumlah alkohol yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Gliserin, propilen glikol dipakai sebagai ko-solven (pelarut).

Ø  Eliksir dengan 10 - 12% alkohol adalah self-preserving sehingga tidak perlu ditambahkan anti mikroba lagi.


    Kelebihan & kekurangan eliksir
Kelebihan
Lebih mudah ditelan daripada sediaan lain, sehingga banyak disukai anak-anak, bayi, maupun usia lanjut

Lebih mudah menutupi rasa & bau obat yang tidak enak dengan penambahan pemanis & pengaroma

Absorbsi obat lebih cepat karena telah berbentuk sediaan cair (tidak mengalami proses penghancuran/disintegrasi maupun pelarutan seperti pada tablet,kapsul, pil, dll)

Mengurangi resiko terjadinya iritasi lambung
Kekurangan
Larutan/air merupakan media ideal untuk pertumbuhan 
mikroorganisme sehingga diperlukan pengawet dalam pembuatan

Ketepatan dosis tergantung kemampuan pasien dalam menakar obat

Stabilitas rendah dibanding sediaan pil,tablet,kapsul terutama untuk zat aktif yang mudah terhidrolisis

Bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk dibawa atau diangkut dan disimpan, lebih berat



0 komentar:

Post a Comment