Kesehatan adalah harta terbesar

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak” – Mahatma Gandhi

Pikiran yang tenang baik untuk kesehatan

“Pikiran yang tenang membawa kekuatan batin dan rasa percaya diri, sehingga itu sangat penting untuk kesehatan yang baik.” – Dalai Lama XIV

Hubungan antara kesehatan dengan kebahagiaan

“Kesehatan dan keceriaan secara alami melahirkan satu sama lain.” – Joseph Addison

hidup sehat dengan makan sayur

sayur sangat bermanfaat untuk tubuh

Rajin berolahraga

“Untuk menikmati cahaya kesehatan yang baik, Anda harus berolahraga.” – Gene Tunney

Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Wednesday, January 3, 2018

MAKALAH RENANG

MAKALAH RENANG











DI SUSUN OLEH :
Ega Ayu Prastika
XI A Farmasi







SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN
YARSI MEDIKA
2016
A.     Sejarah Renang
               Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).
                Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
B.     Dasar Belajar Renang
1.     Pengenalan Air
Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya.
Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya :
·         Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal
·         Saling mencipratkan air ke muka teman
·         Memasukkan kepala dan badan ke dalam air
·         Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman

2.     Meluncur
Setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan meluncur dan mengapun, caranya adalah :
·         Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan.
·         Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur.


3.     Latihan Pernafasan
Teknik Gerakan Pernafasan
·         Sikap Permulaan
Ø  Berdiri kongkang di kolam dasar
Ø  Membungkukkan tubuh rata dengan air
Ø  Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang dilurukjan ke depan.

·         Gerakan
Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kenan, sehingga mulut mengambil nafas.Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh.

C.     Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang

1.      Renang Gaya Bebas
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6MpLpZUeKmn9nS9qFcuIdX5rMwiqUtlj8PsM7UVtWMDElGzk480jVHoga_tMiXFUJyk3B9BcpyJi2KRVTdhznzfIyVAo34MHKx6gQlIdOjjxhcQeVYv-j0y8IyPTIieVVw-_ftVivXOCV/s1600/gaya-renang-bebas-dan-gambarnya.jpgGaya bebas (bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.



a.     Posisi Badan Gaya Bebas
Posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :
·         Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air
·         Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air
·         Otot – otot perut dan leher rilek.

b.     Gerakan Kaki
Gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :
·         Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari
·         Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.
·         Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.
·         Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.

c.     Gerakan Lengan
Gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
·         Gerakan menarik (pull)
Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.
·         Gerakan mendorong (push)
Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.
·         Istirahat (Recovery)
Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.
2.      Renang Gaya Dada
https://wahyuridwannanta.files.wordpress.com/2012/08/images1.jpegGaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
a.     Gerakan Kaki
·         Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk)
·         Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)
·         Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)
b.     Gerakan Tangan
·         Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
·         Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)
·         Luruskan tangan kembali.
c.     Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
·         Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
·         Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas.

3.Renang Gaya Punggung

http://ujiansma.com/wp-content/uploads/2013/11/gaya-punggung.jpgGaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya bebas.
a.     Gerakan Kaki
·         Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
·         Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok

b.     Gerakan Tangan
·         Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
·         Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
·         Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal

c.     Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
·         Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
·         Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.

4.      Renang Gaya Kupu – Kupu

http://adelkudel30.files.wordpress.com/2011/12/renang-gaya-kupu-kupu.jpgGaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933.
Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.
a.     Gerakan Kaki
·         Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
·         Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
·         Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
b.     Gerakan Tangan
·         Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
·         Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
·         Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan.
c.     Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
·         Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.















E.      Manfaat Renang Bagi Tubuh
1.  Membentuk otot
 
Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

2.  Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

3.  Menambah tinggi badan
Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).

4.  Melatih pernafasan
Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.

5.  Membakar kalori lebih banyak Saat berenang,
Tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.

6.  Self safety
Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).


7.  Menghilangkan stres.
Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

Thursday, November 26, 2015

MANAJEMEN FARMASI

MANAJEMEN FARMASI

Di Susun Oleh :
Ega Ayu Prastika










BAB I
DISTRIBUSI PERBEKALAN FARMASI
A.           Pemasaran
Pengertian pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Berhasil atau tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian mereka dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun dalam bidang yang lain.
Selain itu juga tergantung pada “kemampuan” mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi sebagai suatu sistem dalam suatu lingkungan yang dibatasi oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri.
Pada umumnya dalam pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Namun demikian pemasaran juga dilakukan untuk mengembangkan, mempromosikan, mendistribusikan dan menetapkan harga. Jadi tugas manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.
Batasan pemasaran menurut W.J.  Stanton sebagai berikut : Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhanm, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Batasan yang lebih sederhana dikemukakan oleh Soffian Assuri MBA sebagai berikut : Pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

Konsep pemasaran
Pada masa silam perusahaan lebih menitik beratkan pada penjualan dengan ongkos produksi seminimal mungkin dengan promosi yang gencar dalam memperoleh laba yang maksimal. Pada kenyataannya hasilnya tidak memuaskan, karena barang dan jasa yang ditawarkan bukan yang diminati dan bukan barang dan jasa yang dibutuhkan.
Dengan berpijak pada kebutuhan dan keinginan / kepuasan konsumen, perusahaan akan mengalihkan konsep penjualan ke konsep pemasaran yang berorientasi kepada pasar/pelanggan. Perusahaan yang berorientasi kepada pasar/pembeli harus memadukan keputusan - keputusan pemasarannya dengan fungsi-fungsi perusahaan yang lain. Sebelum mengadakan pengembangan barang dan jasa, riset perlu dilakukan lebih dahulu, juga mengenal dana yang harus disediakan oleh perusahaan.
Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang keberhasilan bisnis yang dilakukan.  Sebagai falsafah bisnis. konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tiga elemen/unsur pokok yaitu :
  1. orientasi pada konsumen
  2. volume penjualan yang menguntungkan
  3.  kordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan

Pada dasarnya perusahaan yang ingin mempraktekkan oriental konsumen harus :
1.      menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi atau  dipuaskan.
2.      memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran penjualannya.
3.      menentukan produk dan program pemasarannya.
4.      mengadakan riset kepada konsumen untuk mengukur menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.
5.      menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik apakah menitik beratkan pada mutu, harga atau model yang penarik.
Dalam pemasaran sebenarnya terdapat juga penyesuaian dan kordinasi antara produk, harga, saluran distribusi dan promosi untuk menciptakan hubungan dan pertukaran yang kuat dengan langganan. Jadi harga harus sesuai kualitas produk, saluran distribusi harus sesuai dengan harga dan kualitas produk dan promosi harus sesuai dengan saluran harga dan kualitas produk.  Secara definite konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan konsumen merupakan sarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.



Persamaan Dasar Akutansi
Harta   = Hutang + Modal 
(asset) =liabilitas + capital

Harta :
Ø  Kas
Ø  Peralatan
Ø  Gedung
Harta        (+)   D
Harta         (-)   K
Hutang      (+)  K
Harta         (-)   D

Hutang      (+)  K
Harta         (-)   D

Persyaratan Dalam Perjanjian Jual Beli Barang

          Untuk mencegah terjadi kesalah fahaman yang dapat menimbulkan kegagalan dalam transaksi perdagangan barang terlebih dahulu masing - masing pihak menyetujui dahulu persyaratan perjanjian jual beli barang antara lain :

1.           Syarat mutu atau kualitas barang :
Sesuai dengan merk, model atau tipe barang yang ditawarkan penjual atau sesuai permintaan pembeli
2.           Persyaratan penyerahan barang :
  1. FOB Shipping Point (Free on Board Shipping Point)
      Penjual berkewajiban menyerahkan barang kepada pembeli di gudang penjual sedangkan semua biaya ditanggung oleh pembeli (termasuk biaya angkutan, biaya kerusakan ataupun biaya asuransi ditanggung oleh pembeli)
  2. FOB Destination Point (Free On Board Destination Point)
    Penjual berkewajiban menyerahkan barang kepada pembeli sampai di gudang pembeli dan biaya - biaya semuanya ditanggung oleh penjual (termasuk biaya pengangkutan, biaya kerusakan barang, atau biaya asuransi ditanggung oleh penjual)

3.           Syarat pembayaran
-          tunai, adalah syarat pembayaran yang dilakukan secara langsung pada saat barang diterima oleh pembeli.
-          Kredit, adalah pembayaran dengan cara di cicil
Persyaratan pembayaran biasanya langsung ditulis pada faktur sebagai berikut :
  1. n/30 artinya pembayaran paling lambat 30 hari sesudah tanggal transaksi,
    n = netto   
    = n/30 harga netto dengan pembayaran paling lambat 30 hari
  2.  n/EOM, artinya harga netto dengan pembayaran paling lambat akhir bulan
  3.  n/10 EOM, artinya pembayaran paling lambat 10 hari sesudah akhir bulan dengan harga netto
  4. 2/10, n/30 artinya penjual berkewajiban memberi potongan 2% kepada pembeli bila pembayaran dilaksanakan selambat - lambatnya 10 hari setelah tanggal transaksi dan pembali berkewajiban melunaskan hutangnya paling lambat 30 hari.

1.         Pencatatan transaksi perusahaan dagang di dalam jurnal umum :
(1)          Jurnal pembelian barang dengan tunai
Contoh : 12 Mei 2015di beli tunai dari PT Waras Farma separtai Mikelan tablet dengan harga RP 1.200.000,- dalam jurnal umum dicatat :
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-12-15
Pembelian

Rp 1.200.000
-

Kas

-
Rp 1.200.000

(2)     Jurnal pembelian barang dengan kredit
Contoh : 13 Mei 2015 dibeli dari PT Sehat Farma separtai Asam mefenamat sebanyak 10 box dengan harga Rp. 2.500.000, syarat 4/10, n/30 dalam jurnal umum dicatat :
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-13-15
Pembelian

Rp.2.500.000
-

hutang

-
Rp.2.500.000

(3)          Jurnal pengembalian barang yang sudah dibeli
Contoh : 20 Mei 2015 dikirim kembali kepada PT Sehat Farma sebagian Asam mefenamat yang dibeli tgl 13/5/15 yang lalu seharga Rp 50.000 karena rusak.       Dalam Jurnal umum dicatat :
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-14-15
hutang

  Rp 50.000
-

       Retur Pembelian & Pengurangan Harga

-
Rp 50.000

(4)     Jurnal potongan pembelian
Contoh : 20 Mei 2015 dibayar kepada PT Sehat Farma, pembelian tanggal 13/5/95 yang lalu dengan syarat 4/10, n/30. Dalam jurnal umum dicatat
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-20-15
Utang dagang

Rp.2.450.000
-

           Kas

-
Rp.2.352.000

Potongan
  Pembelian


Rp.98.000

(5) Jurnal Pembayaran beban transport pembelian
1.      Contoh : 21 Mei 2015 dibayar Rp. 30.000 yaitu beban angkut yang dibeli tgl 13/5/15 yang lalu. Dalam jurnal umum di catat :
         
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-21-15
Beban angkut

Rp.  30.000
-

Kas

-
Rp.  30.000

2. Jika membayar beban transport itu dilakukan bersamaan dengan pembelian barang, maka jurnalnya dapat dipisah ataupun disatukan dengan pembelian.
Contoh ; 22 Mei 2015 dibeli tunai separtai oxsytocin dengan harga Rp 770.000,FOB Shipping point. Beban angkut sebesar Rp 30.000 dibayar.

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-22-15
Pembelian

Rp 770.000
-

Beban angkut 

Rp  30.000
-

Kas


Rp.800.000

 (6)    Jurnal penjualan barang dengan tunai
Contoh : 23 Mei 2015 dijual tunai kepada Apotek Murni separtai ibuprofen dengan harga Rp. 3.000.000,

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-23-15
Kas 

Rp.  3.000.000
-

Penjualan

-
Rp.3.000.000

 (7)    Jurnal penjualan dengan kredit
Contoh : 24 Mei 1995 dijual kepada toko obat segar, separtai amoxon tablet dengan harga Rp. 480.000, syarat 3/10, n/30. Jurnalnya :

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-24-15
piutang

Rp. 480.000
-

Penjualan

-
Rp. 480.000

 (h) Jurnal penerimaan kembali barang yang sudah dijual
Contoh : 25 Mei 2015 diterima kembali dari Toko Obat Segar sebagian amoxan yang dijual tgl 24/5/15 yang lalu seharga Rp. 30.000, karena rusak. Jurnalnya :

Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-25-15
Retur penjualan &
Pengurangan harga

Rp.  30.000
-

Piutang

-
Rp.  30.000

 (8)    Jurnal potongan penjualan
Contoh : 30 Mei 2015 diterima pelunasan dari Toko Obat Segar mengenai penjualan tgl 24/5/15 yang lalu, syarat 3/10, n/30. Jurnalnya :
Tgl
Ket
Ref
Debet
Kredit
Mei-30-15
Kas

Rp 436.500
-

Potongan penjualan 

Rp 13.500
-

Piutang

-
Rp 450.000

Buku Besar
1.     Kas                                             
2.     Pembelian
3.     Hutang
4.     Retur penjualan barang
5.     Potongan harga
6.     Beban angkut
7.     Penjualan
8.     Piutang
9.      Retur pembelian dan pengurangan harga

Buku Besar Kas
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
12-5-15



Rp 1.200.000

Rp 1.200.000
20-5-15



Rp 2.352.000

Rp 3.552.000
21-5-15



Rp 30.000

Rp 3.582.000
22-5-15



Rp 80.000

Rp 4.382.000
23-5-15


Rp3.000.000


Rp 1.382.000
30-5-15


Rp 436.500


Rp945.500

Buku Besar Pembelian
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
12-5-15


Rp 1.200.000

Rp 1.200.000

13-5-15


Rp 2.500.000

Rp3.700.000

22-5-15


Rp770.000

Rp 4.470.000


Buku Besar Retue Penjualan dan Pengurangan Harga
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
25-5-15


Rp 30.000

Rp 30.000

Buku Besar Hutang
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
12-5-15



Rp 2.500.000

Rp 2.500.000
20-5-15



Rp 500.000

Rp3.000.000
20-5-15


Rp2.450.000


Rp 550.000

Buku Besar Potongan Harga
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
25-5-15



Rp 98.000

Rp 98.000

Buku Besar Beban Angkut
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
21-5-15


Rp 30.000

Rp 30.000

22-5-15


Rp 30.000

Rp 60.000


Buku Besar Penjualan
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
23-5-15



Rp3.000.000

Rp3.000.000
24-5-15



Rp480.000

Rp3.480.000
30-5-15


Rp13.500


Rp 3.466.500

Buku Besar Piutang
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
24-5-15


Rp480.000

Rp480.000

25-5-15



Rp 30.000
Rp450.000


Buku Besar Retur Pembelian dan Penjualan Harga
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
20-5-15


Rp50.000

Rp50.000


Kerjakan soal di bawah ini !
Buat jurnal umum dan buku besar
  1. Tgl 1 september 2015 Tn Tono membeli asam mefenamat Seharga Rp 5000.000 Secara Tunai
  2. Tgl 5 september 2015Tn Tono membeli Dexromentherpen seharga Rp 3000.000 secara kredit
  3.  Tgl 10 september 2015
           Tn Tono membeli anadex sirup sebesar Rp 2000.000 secara kredit
  4. Tgl 15 september2015Dibayar hutang pada pembelian tgl 10 setember 2015 sebesar Rp 2000.000
  5. Tgl 17 September 2015
           Di beli ibu profen sebesar Rp 7000.000 syarat 5/10 n/30
  6.  Tgl 20 september 2015
            Dikembalikan barang yang telah di beli tanggal 17 september 2015 karena rusak sebesar Rp 200.000
  7. gl 25 september 2015
         Dibayar hutang atas pembelian ibu profen Tgl 17 september 2015

1.
Tanggal
ket
ref
D
K
1-9-15
Pembelian

Rp 5000.000


kas


Rp5000.000
2.
Tanggal
ket
ref
D
K
5-9-15
Pembelian

Rp 3000.000


kas


Rp3000.000
3.
Tanggal
ket
ref
D
K
10-9-15
Pembelian

Rp 2000.000


Hutang


Rp 2000.000
4.
Tanggal
ket
ref
D
K
15-9-15
Hutang

Rp 2000.000


Kas


Rp 2000.000
5.
Tanggal
ket
ref
D
K
17-9-15
Pembelian

Rp 7000.000


Hutang


Rp 7000.000
6.
Tanggal
ket
ref
D
K
20-9-15
Retur pembelian

Rp 200.000


Hutang


Rp 200.000
7.
Tanggal
ket
ref
D
K
25-9-15
Hutang

Rp 6.800.000


Potongan harga


Rp. 3.40.000

       kas


Rp 6.460.000



Buku Besar Kas
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
1-9-15



Rp5.000.000

Rp 5.000.000
5-9-15



Rp3.000.000

Rp 8.000.000
15-9-15



Rp2.000.000

Rp 10.000.000
25-9-15



Rp6.460.000

Rp 16460.000

Buku Besar Pembelian
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
1-9-15


Rp 5.000.000

Rp 5.000.000

5-9-15


Rp 3.000.000

Rp 8.000.000

10-9-15


Rp2.000.000

Rp 10.000.000

17-9-15


Rp 7.000.000

Rp 17.000.000


Buku Besar Hutang
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
10-9-15



Rp2.000.000

Rp2.000.000
15-9-15


Rp2.000.000



17-9-15




Rp 7.000.000
Rp 7.000.000
20-9-15




Rp2.00.000
Rp 7.200.000
25-9-15


Rp 6.800.000


Rp 400.000

Buku Besar Retur Pembelian dan Penjualan Harga
Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
20-9-15


Rp200.000

Rp200.000

  
Buku Besar Potongan Harga 

Tanggal
Ket
Ref
D
k
Saldo
D
K
25-9-15



Rp 340.000

Rp 340.000