Kesehatan adalah harta terbesar

“Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak” – Mahatma Gandhi

Pikiran yang tenang baik untuk kesehatan

“Pikiran yang tenang membawa kekuatan batin dan rasa percaya diri, sehingga itu sangat penting untuk kesehatan yang baik.” – Dalai Lama XIV

Hubungan antara kesehatan dengan kebahagiaan

“Kesehatan dan keceriaan secara alami melahirkan satu sama lain.” – Joseph Addison

hidup sehat dengan makan sayur

sayur sangat bermanfaat untuk tubuh

Rajin berolahraga

“Untuk menikmati cahaya kesehatan yang baik, Anda harus berolahraga.” – Gene Tunney

Friday, February 13, 2015

Makalah Tuberculosis (TBC)

Makalah
Tuberculosis (TBC)



 Disusun oleh:
Kelompok 2
1.Dian Andini
      2.Ega Ayu Prastika
              3.
Gracella Felicia Sipahutar
       4.Yenti Novita Sary
   5.Yani Hermawati
     


SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN
YARSI MEDIKA
2014



DAFTAR ISI
Daftar Isi………………………………………………………………………………….……I
Kata Pengantar………………………………………………………………………………II

BAB I PENDAHULUA
 Latar Belakang............................................................................................... 
RumusanMasalah..................................................................................................
Tujuan..................................................................................................................

BAB II PEMBAHASA
pengertian dari penyakit Tuberculosis………………………………………………………
Etiologi dari penyakit Tuberculosis……………………………………………
Apa yang menjadi agent, host dan environment penyakit Tuberculosis …………….
 Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberculosis………………………………..
cara penularan Penyakit Tuberculosis ……………………………………
gejala dari penyakit Tuberculosis………………………………………………
cara mendiagnosa penyakit Tuberculosis …………………………………………
 pencegahan Penyakit Tuberculosis ……………………………………………
 cara pengobatan Penyakit Tuberculosis…………………………………………

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................
B.Saran………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................



Kata pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “tuberculosis” yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini memuat tentang “Penyakit tuberculosis ” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.



Tangerang, 13 november 2014











BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa, mycobacterium bovis serta Mycobacterium avium, tetapi lebih sering  disebakan oleh Mycobacterium tuberculosa. Pada tahun 1993, WHO telah mencanangkan kedaruratan global penyakit tuberkulosis di dunia, karena pada sebagian besar negara di dunia, penyakit tuberkulosis menjadi tidak terkendali. Di Indonesia sendiri, penyakit tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang utama. Pada tahun 1995, hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), menunjukkan bahwa penyakit tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor tiga (3) setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok umur.
Di Indonesia sendiri, karena sulitnya mendiagnosa tuberkulosis pada anak, maka angka kejadian tuiberkulosis pada anak belum diketahui pasti, namun bila angka kejadian tuberkulosis dewasa tinggi dapat diperkirakan kejadian tuberkulosis pada anak akan tinggi pula. Hal ini terjadi karena setiap orang dewasa dengan BTA positif akan menularkan pada 10-15 orang dilingkungannya, terutama anak-anak (Depkes RI, 2002).
Lingkungan rumah merupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap status kesehatan penghuninya (Notoatmodjo, 2003). Lingkungan rumah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam penyebaran kuman tuberkulosis. Kuman tuberkulosis dapat hidup selama 1 – 2 jam bahkan sampai beberapa hari hingga berminggu-minggu tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi yang baik, kelembaban, suhu rumah dan kepadatan penghuni rumah.


B.     Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu :
1.     Apa pengertian dari penyakit Tuberculosis ?
2.    Bagaimana Etiologi dari penyakit Tuberculosis?
3.    Apa yang menjadi agent, host dan environment penyakit Tuberculosis ?
4.    Faktor apa saja yang mampengaruhi kejadaian penyakit Tuberculosis ?
5.    Bagaimana cara penularan Penyakit Tuberculosis ?
6.    Bagaimana gejala dari penyakit Tuberculosis ?
7.    Bagaimana cara mendiagnosa penyakit Tuberculosis ?
8.    Bagaimana pencegahan Penyakit Tuberculosis ?
9.    Bagiamana cara pengobatan Penyakit Tuberculosis ?

C.    Tujuan Penulisan

Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu :
1.     Untuk Mengetahui pengertian dari penyakit Tuberculosis
2.    Untuk Mengetahui Etiologi dari penyakit Tuberculosis
3.    Untuk Mengetahui agent, host dan environment dalam  penular penyakit  Tuberculosis
4.    Untuk Mengetahui Faktor apa saja yang mampengaruhi kejadaian penyakit Tuberculosis
5.    Untuk Mengetahui cara penularan penyakit Tuberculosis
6.    Untuk Mengetahui gejala dari penyakit Tuberculosis
7.    Untuk Mengetahui Diagnosa penyakit Tuberculosis
8.    Untuk Mengetahui Pencegahan Penyakit Tuberculosis
9.    Untuk Mengetahui pengobatan Penyakit Tuberculosis


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Tuberculosis (TB)

    Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, terutama meningens, ginjal, tulang, dan nodus limfe (Suddarth, 2003). Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang bervariasi, akibat kuman mycobacterium tuberkulosis sistemik sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer (Mansjoer, 2000).
Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang menyerang pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri yaitu mycobacterium tuberculosis, (Smeltzer, 2002). dapat  menyimpulkan bahwa, TB Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobakterium tuberculosis yang menyerang saluran pernafasan terutama parenkim paru.

B.    Etiologi Penyakit Tuberculosis

Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman yang berbentuk batang dengan ukuran panjang 1 – 4 µm dan tebal 0,3 – 0,6 µm dan digolongkan dalam basil tahan asam (BTA). (Suyono, 2001)

C. Agent,Host dan Environment Penular Penyakit Tuberculosis

Teori John Gordon, mengemukakan bahwa timbulnya suatu penyakit sangat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu bibit penyakit (agent), penjamu (host), dan lingkungan (environment). Ketiga faktor penting ini disebut segi tiga epidemiologi (Epidemiologi Triangle), hubungan ketiga faktor tersebut digambarkan secara sederhana sebagai timbangan yaitu agent penyebab penyakit pada satu sisi dan penjamu pada sisi yang lain dengan lingkungan sebagai penumpunya.

Bila agent penyebab penyakit dengan penjamu berada dalam keadaan seimbang, maka seseorang berada dalam keadaan sehat, perubahan keseimbangan akan menyebabkan seseorang sehat atau sakit, penurunan daya tahan tubuh akan menyebabkan bobot agent penyebab menjadi lebih berat sehingga seseorang menjadi sakit, demikian pula bila agent penyakit lebih banyak atau lebih ganas sedangkan faktor penjamu tetap, maka bobot agent penyebab menjadi lebih berat. Sebaliknya bila daya tahan tubuh seseorang baik atau meningkat maka ia dalam keadaan sehat. Apabila faktor lingkungan berubah menjadi cenderung menguntungkan agent penyebab penyakit, maka orang akan sakit, pada prakteknya seseorang menjadi sakit akibat pengaruh berbagai faktor berikut :

Ø Agent

Mycobacterium tuberculosis adalah suatu anggota dari famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetalis. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan sejumlah penyakit berat pada manusia dan penyebab terjadinya infeksi tersering.
Masih terdapat Mycobacterium patogen lainnya, misalnya Mycobacterium leprae, Mycobacterium paratuberkulosis dan Mycobacterium yang dianggap sebagai Mycobacterium non tuberculosis atau tidak dapat terklasifikasikan (Heinz, 1993).

Di luar tubuh manusia, kuman Mycobacterium tuberculosis hidup baik pada lingkungan yang lembab akan tetapi tidak tahan terhadap sinar matahari. Mycobacterium tuberculosis mempunyai panjang 1-4 mikron dan lebar 0,2- 0,8 mikron. Kuman ini melayang diudara dan disebut droplet nuclei. Kuman tuberkulosis dapat bertahan hidup pada tempat yang sejuk, lembab, gelap tanpa sinar matahari sampai bertahun-tahun lamanya. Tetapi kuman tuberkulosis akan mati bila terkena sinar matahari, sabun, lisol, karbol dan panas api (Atmosukarto & Soewasti, 2000).

Kuman tuberkulosis jika terkena cahaya matahari akan mati dalam waktu 2 jam, selain itu kuman tersebut akan mati oleh tinctura iodi selama 5 menit dan juga oleh ethanol 80 % dalam waktu 2 sampai 10 menit serta oleh fenol 5 % dalam waktu 24 jam. Mycobacterium tuberculosis seperti halnya bakteri lain pada umumnya, akan tumbuh dengan subur pada lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Air membentuk lebih dari 80 % volume sel bakteri dan merupakan hal essensial untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel bakteri. Kelembaban udara yang meningkat merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri patogen termasuk tuberkulosis.

Mycobacterium tuberculosis memiliki rentang suhu yang disukai, merupakan bakteri mesofilik yang tumbuh subur dalam rentang 25 – 40 C, tetapi akan tumbuh secara optimal pada suhu 31-37 C. Pengetahuan mengenai sifat-sifat agent sangat penting untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit, sifat-sifat tersebut termasuk ukuran, kemampuan berkembang biak, kematian agent atau daya tahan terhadap pemanasan atau pendinginan.

Agent adalah penyebab yang essensial yang harus ada, apabila penyakit timbul atau manifest, tetapi agent sendiri tidak sufficient/memenuhi syarat untuk menimbulkan penyakit. Agent memerlukan dukungan faktor penentu agar penyakit dapat manifest. Agent yang mempengaruhi penularan penyakit tuberkulosis paru adalah kuman Mycobacterium tuberculosis. Agent ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pathogenitas, infektifitas dan virulensi. 
Pathogenitas adalah daya suatu mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit pada host. Pathogenitas agent dapat berubah dan tidak sama derajatnya bagi berbagai host. Berdasarkan sumber yang sama pathogenitas kuman tuberkulosis paru termasuk pada tingkat rendah. Infektifitas adalah kemampuan suatu mikroba untuk masuk ke dalam tubuh host dan berkembang biak didalamnya. Berdasarkan sumber yang sama infektifitas kuman tuberkulosis paru termasuk pada tingkat menengah. Virulensi adalah keganasan suatu mikroba bagi host. Berdasarkan sumber yang sama virulensi kuman tuberkulosis paru termasuk tingkat tinggi, jadi kuman ini tidak dapat dianggap remeh begitu saja.

Ø Host

Manusia merupakan reservoar untuk penularan kuman Mycobacterium tuberculosis, kuman tuberkulosis menular melalui droplet nuclei. Seorang penderita tuberkulosis dapat menularkan pada 10-15 orang (Depkes RI, 2002). Menurut penelitian pusat ekologi kesehatan (1991), menunjukkan tingkat penularan tuberkulosis di lingkungan keluarga penderita cukup tinggi, dimana seorang penderita rata-rata dapat menularkan kepada 2-3 orang di dalam rumahnya. Di dalam rumah dengan ventilasi baik, kuman ini dapat hilang terbawa angin dan akan lebih baik lagi jika ventilasi ruangannya menggunakan pembersih udara yang bisa menangkap kuman TB.


Menurut penelitian Atmosukarto dari Litbang Kesehatan (2000), didapatkan data bahwa Tingkat penularan tuberkulosis di lingkungan keluarga penderita cukup tinggi, dimana seorang penderita rata-rata dapat menularkan kepada 2-3 orang di dalam rumahnya.
Besar resiko terjadinya penularan untuk rumah tangga dengan penderita lebih dari 1 orang adalah 4 kali dibanding rumah tangga dengan hanya 1 orang penderita tuberkulosis.
Hal yang perlu diketahui tentang host atau penjamu meliputi karakteristik; gizi atau daya tahan tubuh, pertahanan tubuh, higiene pribadi, gejala dan tanda penyakit dan pengobatan. Karakteristik host dapat dibedakan antara lain; Umur, jenis kelamin, pekerjaan, keturunan, pekerjaan, keturunan, ras dan gaya hidup.
Host atau penjamu; manusia atau hewan hidup, termasuk burung dan anthropoda yang dapat memberikan tempat tinggal atau kehidupan untuk agent menular dalam kondisi alam (lawan dari percobaan). Host untuk kuman tuberkulosis paru adalah manusia dan hewan, tetapi host yang dimaksud dalam penelitia ini adalah manusia. Beberapa faktor host yang mempengaruhi penularan penyakit tuberkulosis paru adalah; kekebalan tubuh (alami dan buatan), status gizi, pengaruh infeksi HIV/AIDS.

Ø Environment

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri host baik benda mati, benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi semua elemen-elemen termasuk host yang lain. Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan non fisik, lingkungan fisik terdiri dari; Keadaan geografis (dataran tinggi atau rendah, persawahan dan lain-lain), kelembaban udara, temperatur atau suhu, lingkungan tempat tinggal.
Adapun lingkungan non fisik meliputi; sosial, budaya, ekonomi dan politik  yang mempengaruhi kebijakan pencegahan dan penanggulangan suatu penyakit.




D.     Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberculosis
Penyakit TBC pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : status sosial ekonomi, status gizi, umur dan jenis kelamin untuk lebih jelasnya dapat kita jelaskan seperti uraian dibawah ini:
1.  Faktor Sosial Ekonomi.
           Disini sangat erat dengan keadaan rumah, kepadatan tempat penghunian, lingkungan perumahan dan sanitasi tempat bekerja yang buruk dapat memudahkan penularan TBC. Pendapatan keluarga sangat erat juga dengan penularan TBC, karena pendapatan yang kecil membuat orang tidak dapat hidup layak dengan memenuhi syarat-syarat kesehatan.
2.  Status Gizi.
           Keadaan kekurangan gizi akan mempengaruhi daya tahan tubuh sesoeranga sehingga rentan terhadap penyakit termasuk TB-Paru. Keadaan ini merupakan faktor penting yang berpengaruh dinegara miskin, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
3.  Umur.
          Penyakit TB-Paru paling sering ditemukan pada usia muda atau usia produktif (15 – 50) tahun. Dewasa ini dengan terjadinya transisi demografi menyebabkan usia harapan hidup lansia menjadi lebih tinggi. Pada usia lanjut lebih dari 55 tahun sistem imunologis seseorang menurun, sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit TB-Paru.
4.  Jenis Kelamin.
         Penyakit TB-Paru cenderung lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan. Menurut WHO, sedikitnya dalam jangka waktu setahun ada sekitar 1 juta perempuan yang meninggal akibat TB-Paru, dapat disimpulkan bahwa pada kaum perempuan lebih banyak terjadi kematian yang disebabkan oleh TB-Paru dibandingkan dengan akibat proses kehamilan dan persalinan.
          Pada jenis kelamin laki-laki penyakit ini lebih tinggi karena merokok tembakau dan minum alkohol sehingga dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan agent penyebab TB-Paru.


E.    Cara Penularan Penyakit Tuberculosis
             Cara penularan tuberkulosis paru melalui percikan dahak (droplet) sumber penularan adalah penderita tuberkulosis paru BTA(+), pada waktu penderita tuberkulosis paru batuk atau bersin. Droplet yang mengandung kuman TB dapat bertahan di udara selama beberapa jam, sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman, percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.
           Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernafasan. Setelah kuman TB masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, kuman TB tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas atau penyebaran langsung ke bagian tubuh lainnya. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahaknya maka makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahaknya negatif maka penderita tersebut dianggap tidak menular.

F.    Gejala Penyakit Tuberculosis
1.     Batuk : Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. Dimulai dari batuk kering  kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan  sputum). Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah  yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus.
2.    Sesak nafas (Dyspnea) : Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru. 
3.    Nyeri dada :   Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis)
4.    Demam : Biasanya menyerupai demam influenza. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya  tahan tubuh penderita dengan berat-ringannya infeksi kuman yang masuk. 
5.    Malaise (keadaan lesu) :  Dapat berupa anoreksia (tidak ada nafsu makan), berat badan menurun, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam.


G.       Diagnosa Penyakit Tuberculosis
             Yang menjadi petunjuk awal dari tuberkulosis adalah foto rontgen dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang hitam. Rontgen juga bisa menunjukkan efusi pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).
Pemeriksaan diagnostik untuk tuberkulosis adalah:
             Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri tuberkulosis ke dalam lapisan kulit (biasanya di lengan). 2 hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika terjadi pembengkakand an kemerahan, maka hasilnya adalah positif.
            Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi. Dengan ebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi atau sekitar jantung. Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.
            Untuk memastikan diagnosis meningitis tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan reaksi rantai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis.Untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgen dengan zat warna khusus untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan oleh tuberkulosis. Kadang perlu dilakukan pengambilan contoh massa tersebut untuk membedakan antara kanker dan tuberkulosis.
          Untuk memastikan diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan panggul melalui laparoskopi. Pada kasus-kasus tertentu perlu dilakukan pemeriksaan terhadap contoh jaringan hati, kelenjar getah bening atau sumsum tulang.


H.      Pencegahan Penyakit Tuberculosis
          Sebenarnya seseorang bisa terhindar dari penyakit TBCdengan berpola hidup yang sehat dan teratur. Dengan system pola hidup seperti itu diharapkan daya tubuh seseorang akan cukup kuat untuk membersihkan perlindungan terhadap berbagai macam penyakit. Orang yang benar-benar sehat meskipun ia diserang kuman TBC, diperkirakan tidak akan mempan dan tidak akan menimbulkan gejala TBC.
           Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi penyakit tuberkulosis, mempertahankan status kesehatan dengan asupan nutrisi yang cukup, minum susu yang  telah dilakukan pasteurisasi, isolasi jika pada analisa sputum terdapat bakteri hingga dilakukan pengobatan, pemberian imunisasi BCG untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oleh basil tuberkulosis virulen.


I.    Pengobatan Penyakit Tuberculosis
Jenis dan dosis OAT (Obat Anti Tuberculosis) :
a. Isoniazid (H)
           Isoniazid (dikenal dengan INH) bersifat bakterisid, efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif, yaitu kuman yang sedang berkembang. Efek samping yang mungkin timbul berupa neuritis perifer, hepatitis rash, demam Bila terjadi ikterus, pengobatan dapat dikurangi dosisnya atau dihentikan sampai ikterus membaik. Efek samping ringan dapat berupa kesemutan, nyeri otot, gatal-gatal. Pada keadaan ini pemberian INH dapat diteruskan sesuai dosis.
b. Rifampisin (R)
         Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman semi-dorman (persisten). Efek samping rifampisin adalah hepatitis, mual, reaksi demam, trombositopenia. Rifampisin dapat menyebabkan warnam merah atau jingga pada air seni dan keringat, dan itu harus diberitahukan pada keluarga atau penderita agar tidak menjadi cemas. Warna merah tersebut terjadi karena proses metabolism obat dan tidak berbahaya.
c. Pirazinamid (P)
          Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. Efek samping pirazinamid adalah hiperurikemia, hepatitis, atralgia.
d. Streptomisin (S)
          Bersifat bakterisid, efek samping dari streptomisin adalah nefrotoksik dan kerusakan nervus kranialis VIII yang berkaitan dengan keseimbangan dan pendengaran.
e. Ethambutol (E)
           Bersifat bakteriostatik, ethambutol dapat menyebabkan gangguan penglihatan berupa berkurangnya ketajaman penglihatan, buta warna merah dan hijau, maupun optic neuritis.



BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. 
Agent penyebab Tuberculosis adalah Mycobacterium tuberculosis menyebabkan sejumlah penyakit berat pada manusia dan penyebab terjadinya infeksi tersering. Mycobacterium tuberculosis hidup baik pada lingkungan yang lembab akan tetapi tidak tahan terhadap sinar matahari.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit Tuberculosis Untuk terpapar penyakit TBC pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : status sosial ekonomi, status gizi, umur, jenis kelamin, dan  faktor  toksis. 
Cara penularan  tuberkulosis paru melalui percikan dahak (droplet) sumber penularan adalah penderita tuberkulosis paru BTA(+), pada waktu penderita tuberkulosis paru batuk atau bersin. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama.
Pengobatan penyakit Tuberculosis. Terdapat 5 jenis antibotik yang dapat digunakan yaitu Antibiotik yang paling sering digunakan adalah Isoniazid (H), Rifampicin (R), Pirazinamid (P), Streptomisin (S) dan Etambutol (E). Jika penderita benar-benar mengikuti pengobatan dengan teratur, maka tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian paru-paru. Kadang pembedahan dilakukan untuk membuang nanah atau memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang akibat tuberkulosis.


B.    Saran
Adapun saran yang dapat kami berikan adalah dengan kita telah mengetahui apa itu penyakit Tuberculosis, kita dapat lebih menjaga lagi kesehatan kita yaitu dengan selalu menjaga lingkungan dan kesehatan diri kita sendiri supaya tetap bersih, mengingat bahwa penyakit ini adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dan angka kematiannya cukup tinggi. 


 DAFTAR PUSTAKA
http://fildza.wordpress.com/2008/04/24/penyakit-tuberkulosis/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis
http://jundul.wordpress.com/2008/09/14/penularan-tbc/
http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.htm
http://www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-tuberkulosis-tbc.html
http://www.totalkesehatananda.com/tuberculosis6.html
http://www.scribd.com/doc/32087430/makalah-TBC

http://nawrihaysnainohdamor.blogspot.com/2013/03/makalah-tuberculosis.html

NASKAH DRAMA Bukan Mawar Tapi Melati

NASKAH DRAMA
Bukan Mawar Tapi Melati
       
Kelompok 1  :

                                                                                    1.Ega Ayu Prastika
                                                                2.
Erni Widyaningrum
                                                                3.
Ekayanti Fatmaningrum
                                                                4.
Metta Tirta
                                                                5.
Naya Narulita Sutisna
                                                                6.
Suci Anelia Febrianti
                                                                7.
Tri Marda Purnama Yola



SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN
YARSI MEDIKA
2015




·        Tema  :    Gadis yang tegar menghadapi penderitaan hidup.

·        Alur   :
Ini adalah sebuah kisah seorang gadis yang hidup dengan sangat bahagia,gadis  tersebut bernama Melati.Melati lahir di tengah keluarga yang sangat menyayanginya, ayah Melati bernama Ir.M.Indra Kartasasmita dan ibu Melati bernama Fahira Natanegara.Melati juga memilik seorang adik bernama Fauzan.Melati dan Fauzan tumbuh dengan segala curahan kasih sayang kedua orang tuanya selain itu Melati mempunya seorang teman bernama Akbar,yang sebenarnya tanpa melati mengetahui Akbar mencintainya,tapi ternyata kebahagiaan Melati tidak berlangsung lama karena sebuah peristiwa tragis telah merenggut nyawa orang tuanya.Peristiwa tersebut sangat membuat Melati dan Fauzan sangat terpukul,kini  mereka di asuh oleh adik ayahnya yang bernama Farhan dan istrinya Amara,mereka memilik seorang anak yang bernama Mawar,walaupun Amara dan Mawar tidak begitu menyukai Melati tapi Farhan dengan tulus ingin menjadi wali untuk Melati dan Fauzan.Namun sayangnya niat Farhan tidak di sambut baik oleh anak dan istrinya.Melati yang baik hati tidak pernah curiga atas niat jahat tantenya,hingga suatu hari Amara dan Mawar mendapat ganjaran atas perilakunya selama ini,mereka menderita penyakit kulit berkepanjangan, dan Akbar meminang Melati lalu mereka hidup bahagia.

·        Penokohan  :
Melati                : Ega Ayu Prastika
Mawar                : Ekayanti Fatmaningrum
Ayah Melati       : Metta Tirta
Ibu Melati          : Naya Narulita Sutisna
Fauzan                : Tri Marda Purnama Yola
Om Farhan          : Suci Anelia Febrianti
Tante Amara       : Naya Narulita Sutisna
Akbar                  : Erni Widyaningrum

·        Latar :

1. Latar tempat  
    :  Rumah dan Sekolah
2.Latar waktu     
   : Pagi ,Siang, Sore, Malam
3.Latar peristiwa
  : Senang dan Sedih





·        Sinopsis :
                        Bukan Mawar Tapi Melati

             Drama serial remaja yang bertajuk Bukan Mawar Tapi Melati ini berkisah tentang Melati (16 tahun), seorang gadis cantik dan taat beribadah. Ia lahir dari keluarga mapan. Ayahnya Ir. Muhamad Indra Kartasasmita (44 tahun), seorang pengusaha properti terkemuka di Jakarta. Sedangkan ibunya Fahira Natanegara (38 tahun), mantan peragawati terkenal yang cukup populer di zamannya.
Konon MelatiI mewarisi kecantikan sang ibu dan juga otak cemerlang ayahnya. Banyak pemuda jatuh cinta pada Melati. Salah satunya adalah Akbar (18 tahun). Tapi sampai detik itu Melati tidak tahu bahwa sebetulnya Akbar jatuh cinta kepadanya. Kelak Akbar akan menjadi sosok pelindung bagi Melati.
Sosok lemah lembut Melati memang pantas untuk dicintai. Dia gambaran gadis yang sempurna. Cantik, santun dan taat beribadah. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara Melati sangat sayang pada adik bungsunya Fauzan (9 tahun). Melati dan Fauzan tumbuh dalam limpahan kasih sayang dan hujanan materi yang diberikan orang tua mereka. Tapi ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Melati harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang memporak-porandakan kehidupan remajanya.
Sebuah peristiwa tragis telah merenggut nyawa ayah dan ibunya. Pesawat terbang yang ditumpangi orang tua Melati dikabarkan menabrak gunung. Semua penumpangnya diperkirakan tewas. Musibah tersebut membuat Melati dan adiknya terpukul. Kini mereka menjadi yatim piatu dii tengah harta warisan peninggalan orang tua.
Tak lama setelah itu tiba-tiba saja Melati kedatangan penghuni baru di rumahnya. Om Farhan (40tahun) adalah adik kandung almarhum ayah Melati. Dia memboyong isterinya Tante Amara (37 tahun) dan anak semata wayangnya yang bernama Mawar (16 tahun). Om Farhan yang baik hati siap menjadi wali untuk Melati dan adiknya hingga mereka berusia delapan belas tahun. Sayangnya niat tulus Om Farhan tidak disambut baik oleh anak dan isterinya.

Melati yang naïf tidak pernah curiga atas niat jahat tantenya, Amara yang terselubung dan penuh tipu muslihat. Perempuan ambisius itu kelak akan menjadi malapetaka bagi kehidupan Melati di masa depan. Berbagai intrik, provokasi hingga fitnah kerap dilancarkan Amara dan Mawar. Ibu beranak itu selalu punya berbagai cara untuk menjatuhkan Melati dan membuatnya menderita.


·        Pesan moral  :
 kejahatan harus di balas dengan kebaikan, Karena kejahatan tidak selalu harus dibalas oleh kita sendiri.





·        Dialog :
Scene 1
 Disekolah, siang hari.

Saat Melati beristirahat di sekolah orang tua melati datang ke sekolah.


Ayah 
           : Melati! (melambaykan tangan)
Melati
           : Oh! ayah, ada apa ayah kesini ?
Ayah 
           : perusahaan ayah yang ada di southampton sedang bermasalah,jadi ayah dan ibu harus segera
                     
kesana  secepatnya, tidak apa kan melati? (khawatir)
Melati           : Ah benarkah? tapi ayah dan ibu hati hati ya.. (sedih)
Ibu  
            : iya sayang
Melati
          : lalu ayah dan ibu akan berapa lama di sana ?
Ibu                : tenang mlati, ayah dan ibu akan pulang dalam 1 minggu, nai naik lah di rumah.
Melati           : 1 minggu? knapa lama sekali?lalu aku dan fauzan bagaimana?
Ayah             : melati, jika ada apa apa kamu bisa menghubungi ayah ya? (mengusap kepala melati)
Melati            : baiklah, ayah , ibi hati hati (ayah dan ibu pergi)
 
















scene 2
Di rumah,sore hari
Melati pulang ke rumah dengan senyuman seperti biasanya.

Melati              : Assalamualaikum, Fauzan, kaka pulang!
Fauzan             : Kaka sudah pulang?
Melati              : Kamu kenapa? kenapa terlihat sedih?
Tante Amara  : Ayah ibumu mati. (bersedekap tangan)
Melati              : apa?! tidak mungkin, tadi pagi mereka baik baik saja, itu tidak mungkin.TIDAK! (histeris)
Mawar             : lalu kenapa? bukankah itu bagus?
Om Farhan      : husshhh! jangan begitu mawar! melati om turut berduka cita ya, tetap lah menjadi anak yang

                        
tegar dan ceria   melati, supaya orang tuamu tenang di sana ( menepuk bahu melati)
Melati              : tapi om, tadi pagi mereka baik baik saja.
Om Farhan    
  : tenang kan dirimu melati.
Tante Amara
  : alah! biasa saja lah.
Mawar       
     : Tau nih, berlebihan banget ( memalingkan wajah)
Om Farhan      :Amara, Mawar! ada apa dengan kalian ? Melati dan Fauzan sedang berduka.
Fauzan            : om,Tnte, ka Mawar, ka Melati, fauzan ingin ke kamar dulu.
Mawar          
  : pergi lah, lagi pula kau tidak ada gunanya disini (gerakan mengusir)
Tante Amara
  :memang apa gunanya anak sepertia dia.
Om Farhan    
  :sudah cukup jangan selalu memojokan mereka.
Tante Amara 
 : alah biasa aja.( kembali ke kamar)



Scene 3
5 tahun kemudian.
Tante Amara   : melati kemari kau!
Melati              : iya ada apa tante?
Tante Amara    : kau masih Tanya apa? kau tidak lihat meja ini masih kosong? Hahh!! (menggebrak meja)
Mawar              : kau ini bagaimana sih melati! masa iya begini saja tidak becus? cepat buat kan aku makanan,
                          aku lapar.
Melati              : Baik tante, baik mawar.
Fauzan
             : kakak baik baik saja? (sambil menepuk bahu melati pelan)
Melati              : kakak baik baik saja, ( tersenyum) lebih baik kamu sarapan, nanti kan kamu berangkat sekolah
Fauzan
             : baik ka! Jaga diri kaka di rumah (melati mengangguk)
Tante Amara    : halah! Pagi pagi sudah membuat cerita kasihan. sudah pergi pergi! Mawar bersiaplah bukan kau
                          harusnya kuliah sayang?( mengusap kepala mawar)
Mawar              : iya bu,mungkin aku akan sarapan disini dulu.
Fauzan
             : Tante kenapa hanya kak mawar yang di bolehkan kuliah? Knapa ka melati tidak?
Tante Amara    : kakak mu lebih berguna sebagai pembantu,sedangkan anakku yang cantik ini tidak boleh terluka
                          sedikit pun karena perkerjaan berat, apakah kau mengerti?
Fauzan
             : Tapi kan itu uang orang tua ku, knapa jadi kalian yang mengatur?itu murni hak milikku dan ka
                         melati. (Tegas)
Tante Amara    : Dasar tidak tahu di untung (menampar Fauzan hingga terjatuh)
Melati              : suah tante hentikan!jangan siksa Fauzan.siksa saja aku sesuka kalian.Tapi aku mohon jangan
                          sentuh Fauzan. (Melati berlutut)
Tante Amara    : Dengar aku (menjambak Melati) ajari adik mu berani beraninya dia berkata seperti itu padaku.
                          ( Mawar dating dan menampar melati)
Fauzan
             : sudah cukup hentikan! jangan lakukan itu pada ka melati lagi.knapa kaka tidak melawan, yang aku
                         katakan itu memang benar kan?
Melati              : Walaupun kau benar, kau tidak bisa melawan keadaan , kita tetap harus berterimakasih pada
                          mereka, kau harus mengerti Fauzan.
Mawar              : dengar ucapan kaka mu itu fauzan ! kau harus berterima kasih pada kami.
Fauzan
             : setidaknya mungkin jika dulu kalian tidak datang, hidup ku dan ka melati lebih baik dari ini
                         (membawa melati pergi)
Mawar              : isshhh  dasarr!
Tante Amara    : sudah, kita harus membuatnya jera dengan cara lain!

Scene 4
Di rumah pagi hari
Melati sedang keluar rumah untuk membuang sampah. Tiba-tiba bertemu orang yang sangat ia kenal.
Melati              : Akbar!
Akbar              : Hei! Melati!
Melati              : Lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu?
Akbar              : Baik sekali,bagaimana kabarmu?
Melati              : Ya, seperti yang kau lihat(tersenyum)
Akbar              : Kau tahu melati? Kau bertambah dewasa dan bertambah cantik
Melati              : (tersipu) ah, kau bisa saja, aku tetap seperti ini (mawar keluar)
Mawar             : Ah ! hei akbar!
Akbar              : Hei mawar! kau belum berangkat?
Mawar             : Iya, kau juga?
Akbar              :Iya aku juga, kita berangkat bersama saja,melati kau kuliah dimana? Ayo brangkat bersama kami
Melati              :Aku belum meneruskan kuliah (senyum getir)
Mawar             : Lagi pula untuk apa? Tunggu, kalian saling kenal? (bingung)
Akbar              :Ya kami teman baik saat SMA
Mawar             : Kau berteman dengan dia? Pembantuku?
Akbar              : Apa? Apa maksudmu mawar? Bisa kah kau jelaskan pada ku?
Melati              : Kelas kalian di mulai 2 jam lagi kan? Cepat lah kalian berangkat atau kalian terlambat,   
                          aku masuk dulu ( masuk dengan tergesa)                                                      
Akbar              : Melati tunggu! Melati!
Mawar             : Sudahlah!  ayo berangkat saja
Akbar              :Apa hubungan kalian?
Mawar             : Untuk apa ku jelaskan? Bukan kah sudah ku bilang dia adalah pembantuku!
Akbar              :Menjadi pembantu di rumahnya sendiri? Tidak mungkin! Dimana orang tuanya?
Mawar             : Itu bukan lagi rumah miliknya! Orang tuanya sudah mati!
Akbar              :Apa?!
Mawar             : sudah, apa tidak ada topik yang  lebih bagus tanpa ada melati?
Akbar              :Tapi..
Mawar             : Aku menyukai mu Akbar apa kau masih tidak sadar?
Akbar              : (tercengang) tapi aku perlu penjelasan lebih tentang melati,karena aku mencintainya.
Mawar             : kau menyukai pembantu ku? Tidak ! dia tidak pantas. Aku lebih pantas akbar! Aku!
Akbar              : Apakah kau berhak menentukan siapa yang lebih pantas untuk ku? (dengan nada tajam)
                         hanya aku yang berhak menentukannya! (pergi)


Scene 5
6 bulan kemudian
Di rumah malam hari.
Melati membawa nampan yang berisi 2 gelas air dan 2 helai roti ke kamar tante Amara dan Mawar. Saat ini hubungan antara melati mawar dan tante amara sudah membaik.apalgi semenjak tante amara dan mawar menderita penyakit aneh 4 bulan yang lalu.

Melati              : tante mawar hanya ada ini, selainnya habis tadi,maaf kan melati belum sempat
                          membelikannya lagi.
Tante Amara    : tidak apa melati setidaknya masih ada yang bisa kita makan (tersenyum)
Mawar              : (tersenyum) iya, nanti aku ingin makan masakan mu yah?aku meridukannya
                          (menggenggam tangan melati )
Melati              : baik lah aku akan memasakan kalian masakan ku yang terbaik (mengacungkan jempol)
Tante Amara    : kau memang yang terbaik! maaf dulu tante sering sekali berbuat jahat padamu
                          ( menunduk menyesel)
Melati              : Sudah lah tante jangan membahas masa lalu,kita harus menghadapi masa depan, iyakan? 
                          (menggenggam tangan tante amara)
Fauzan
             : kak melati! Ka akbar pulang! (akbar masuk ke kamar)

Setelah meminang melati 3 bilang yang lalu dan menikah 2 bulan yang lalu hungan antar akbar dan mawar juga mebaik.
Melati              : sudah pulang? Bagaimana perkerjaan tadi, apakah melelahkan?
                         (melepaskan jas akbar dan membawakan tasnya menaruhnya di kursi)
Akbar               : cukup melelahkan, tapi setelah melihat wajah cantik istriku, lelahku langsung hilang (melati tersipu)
Mawar              : ah aku cemburu ! kenapa kalian sangat romantis (duduk di kasurnya)
Akbar               : Apakah romantis pada istri sendiri dilarang? (merangkul melati)
Melati              : Sudah, sana mandi kau bau!
Akbar              : apa? Enak saja, aku wangi tahu (berkacak pinggang) (melati mendorong akbar keluar)
Tante Amara   : senang sekali melihat kalian tertawa, aku seperti merasa hidup kembali,
                         sepeninggal suamiku 2 bulan yang lalu seperti membuat ku mati seketika!

 Meninggalnya Farhan membuat mara seperti mayat hidup,tetapi kebaikan melati membuatnya berubah perlahan lahan.Terlebih semenjak melati di pinang oleh akbar, Amara dan Mawar mulai memperbaiki sikap mereka pada melati.

Mawar           : mempunyai sodara seperti melati adalah kebahagian tersendiri bagi ku. (memeluk melati dan tante)